Asal Mula dan Sejarah Pulau Samosir - Pulau Samosir diyakini sebagai daerah asal orang Batak. Pasalnya, di pulau ini tepatnya di Pusuk Buhit Kecamatan Sianjur Mulamula merupakan asal orang Batak. Pusuk Buhit merupakan perbukitan dengan ketinggian lebih dari 1.800 meter di atas permukaan Danau Toba. Perbukitan ini dipercaya sebagai alam semesta atau “Mulajadi Nabolon” (Tuhan Yang Maha Esa) menampakkan diri. Di kecamatan ini ada Desa Sianjur Mulamula yang merupakan perkampungan pertama kelompok masyarakat Batak.

Desa ini berada di kaki bukit Pusuk Buhit. Di desa ini terdapat cagar budaya berupa miniatur Rumah Si Raja Batak. Sebagai informasi, sebutan Raja Batak bukan karena posisi sebagai raja dan memiliki daerah pemerintahan, melainkan lebih pada penghormatan keturunan Batak terhadap nenek moyang Suku Batak. Informasi yang beredar menyebut, Raja Batak berasal dari Thailand melalui Semenanjung Malaysia, Sumatera hingga tiba di Sianjurmulamula. Informasi lain menyebut Raja Batak berasal dari India melalui daerah Barus atau Alas Gayo hingga sampai ke Danau Toba.
Di perkampungan Sianjurmulamula, ada bangunan rumah semitradisional Batak, yang merupakan rumah panggung terbuat dari kayu, tanpa paku, dilengkapi tangga, dan atap seng. Rumah Batak asli atapnya dari ijuk. Di atas perkampungan terdapat wisata Batu Hobon. Batu ini merupakan peti terbuat dari batu yang dibuat oleh keturunan Raja Batak, Saribu Raja yang merupakan pandai besi ratusan tahun lalu. Di dalam peti batu ini disimpan kekayaan Saribu Raja, yang oleh masyarakat setempat saat ini tak seorang pun berhasil membuka tutup peti.

Di atas Batu Hobon terdapat Sopo Guru Tatea Bulan yang dibangun tahun 1995 oleh Dewan Pengurus Pusat Punguan Pomparan Guru Tatea Bulan. Bangunan ini terdapat di Bukit Sulatti (di bawah Pusuk Buhit), dan di dalam bangunan terdapat sejumlah patung keturunan Raja Batak berikut dengan patung sejumlah kendaraan si Raja Batak dan pengawalnya. Kendaraan itu antara lain naga, gajah, singa, harimau dan kuda. Jejak sejarah di Tanah Batak itu yang sering dilupakan pemerintah.


OBJEK  WISATA  SAMOSIR
Keindahan alam adalah salah satu yang menjadikan Simanindo sebagai objek wisata yang sangat digemari oleh wisatawan. Lokasinya yang berada tepat di pinggiran Danau Toba adalah salah satu faktor pendukungnya. Simanindo Samosir termasuk salah satu daerah yang memiliki kondisi alam yang baik dan lestari. Pepohonan hijau nan besar, senantiasa dilestarikan untuk menjaga agar daerah ini tetap menjadi daerah yang subur, bersih, dan sejuk.
Setelah lelah berjalan menuju museum Simanindo, akhirnya kami menemukan sebuah plangkat bertuliskan “Museum Huta Bolon Simanindo” di tepi jalan. Sambil  memasuki gerbang dengan ornamen khas  batak dan aksara batak suasana menjadi rimbun dan teduh, terutama dengan banyaknya pohon-pohon peneduh. Simanindo memiliki beberapa beberapa objek wisata alam terkenal yaitu:
1.Air Terjun Simangande
Air terjun ini memiliki panjang 500 meter dan berasal dari mata air di Barisan Bukit Dolok Simangande.  Airnya akan sangat deras jika memasuki musim hujan, tetapi akan berkurang pada musim kemarau. Lokasi dari air terjun ini berada di dekat pertigaan antara desa Ambarita dengan desa Tuk tuk. Akan lebih jelas melihat air terjun ini, dari simpang Tuk-tuk.
2.Aek Natonang
 Merupakan kawasan yang berada di danau Toba. Ini merupakan sebuah kawasan hutan dengan cakupan area 150 Ha. Tapi daerah ini adalah sebuah danau di atas danau Toba yang terletak di Kecamatan Simanindo. Dapatkah Anda bayangkan, ada danau diatas danau? Kalau penasaran silahkan berkunjung kemari.
 3. Aek Porogan, Batu Marhosa
Kawasan wisata Aek Porogan merupakan danau yang seluas 1,5 Ha dan berada di daerah danau Toba. Ukuran danau ini lebih kecil dari pada ukuran Danau Sidihoni yang berada di Kecamatan Simanindo, Samosir. Kawasan wisata Batu Marhosa berada di kecamatan Simanindo tepatnya di desa Parmonangan. Kawasan ini berupa batu ini dapat menghembuskan nafas atau dapat disebut juga batu yang mengeluarkan udara. Memang aneh, tapi seperti itulah batu ini.
 4.Bukit Beta
 Bukit ini adalah kawasan wisata yang terletak di Desa Tuk-tuk dan diresmikan oleh Gubernur Sumatera Utara pada tahun 2004. Bukit ini juga merupakan tempat untuk permainan layangan atau paralayang internasional. Dan beberapa event di Samosir juga diadakan ditempat ini, seperti pesta Danau Toba, kontes layangan, dan lainnya.
 5.Danau Toba
 wisatawan saat tiba di Danau Toba. Danau yang dicapai selama empat jam perjalanan dari Medan ini memiliki pantai yang berbatu dan berdinding bukit-bukit. Sejumlah hotel dan vila di tepi danau siap menanti wisatawan yang berkunjung ke tempat ini.
Ada dua alternatif jalan yang bisa Anda pilih guna mencapai danau ini. Pertama, Anda bisa mengambil jalan dari Pematang Siantar menuju Parapat, sebuah kota mungil yang ada di sisi danau. Dari Medan, kota ini dapat dijangkau dalam lima jam perjalanan darat, melewati kota Pematang Siantar. Dari sini, Anda bisa menuju ke pulau Samosir dengan menggunakan kapal feri, sekitar 2 jam perjalanan. Alternatif lain adalah dengan bertolak dari KabanJahe. Jika memilih rute ini, maka Anda akan melewati Brastagi yang terkenal dengan udaranya yang sejuk dan berakhir di Tele, titik tertinggi di seluruh wilayah Sumatra Utara.
Bila hendak menggunakan kendaraan umum, Anda dapat menumpang bus atau L-300 di
 Terminal Amplas Medan. Saran kami, pilihlah bus besar sebab perjalanan yang panjang dan cukup berliku. Di sepanjang perjalanan, terutama bila sudah dekat Parapat, pemandangan indah Danau Toba dapat mulai Anda nikmati di sisi kanan jalan. Selamat datang di Parapat, gerbang menuju keindahan Pulau Samosir! Pulau seluas kira-kira 630 km persegi yang terletak di tengah Danau Toba ini dapat dicapai lewat dua pelabuhan: Ajibata dan Balige. Sebagai pelabuhan yang lebih besar, Ajibata menyediakan alat transportasi berupa feri yang dapat mengangkut mobil, truk dan kendaraan bermotor lainnya. Hanya dengan merogoh kocek sekitar Rp 3 ribu, Anda dapat menyeberang ke Tomok di Samosir dalam waktu sekitar 40 menit. Bila ingin menikmati pemandangan, ambillah tempat di dek bagian atas feri. Ketika terlihat anak-anak berenang di sekitar kapal, lemparkanlah uang koin, maka mereka akan berenang berebutan mengambilnya.

Bila tidak membawa kendaraan, Anda dapat langsung menyeberang dari Parapat menuju penginapan yang telah dipesan. Perjalanan dengan perahu motor ini lebih cepat daripada feri, dan langsung mengantar Anda ke tempat tujuan. Biayanya Rp 5 ribu per orang, tetapi mungkin lebih bila ternyata tidak banyak penumpang di dalam perahu tersebut.
                                                                                                                                          
5.Pulau Tao
Kawasan wisata ini terletak di Kecamatan Simanindo. Kawasan wisata ini merupakan sebuah restoran dengan camping ground yang berada di pantai. Jadi kalau kamu ingin mengadakan kegiatan camping dengan suasana alam danau Toba, mampir saja kemari. Kawasan wisata ini berada di kecamatan Simanindo. Kawasan wisata ini berupa sebuah pulau dengan keindahan pemandangan di tengah danau Toba.Politeknik Informatika DelCopyright © 2012. All Rights Reserved.
Kabupaten Samosir yang berada di pulau Samosir terdiri atas danau, lembah dan bukit memiliki daya tarik wisata alam, budaya dan sejarah yang potensinya tersebar di 9 kecamatan, antara lain : Pangururan, Simanindo, Sianjur Mulamula, Ronggur Nihuta, Harian Palipi, Nainggolan, Onan Runggu dan Sitio-tio.
6.Tomok
 Adalah salah satu pintu masuk ke Samosir yang terletak 9 km dari Parapat. Disini terdapat pusat penjualan souvenir yang tidak jauh dari pelabuhan dan objek wisata makam Sidabutar. Pelabuhan yang ada terdiri dari : Pelabuhan Pariwisata, Umum dan Ferry.
7. Makam Raja Sidabutar.
Berisi sejumlah tiga kuburan Raja Sidabutar dan tiga kuburan Keturunannya. Sejak masih menganut aliran kepercayaan atau Parmalim hingga menganut agama Kristen yang dibawa oleh Nommensen pada tahun 1881 ke tanah Batak. Perbedaan aliran yang dianut oleh Raja-raja Sidabutar ditandai dengan kain yang diletakkan diatas makam. Makam terbuat dari batu alam tanpa sambungan.
8. Museum Huta Bolon
Merupakan museum tempa menyimpan benda-benda kuno yang dipakai untuk keperluan sehari-hari oleh masyarakat Batak zaman dulu yang telah berusia ratusan tahun.
9. Batu kursi Persidangan Siallagan
Lokasinya brada di desa Siallagan yaitu perkampungan yang dikelilingi oleh batu alam disusun setinggi kurang lebih 1,5 meter. Perkampungan raja Siallagan terkenal dengan peninggalan sejarah, yakni kursi dan meja persidangan masyarakat zaman dulu yang terbuat dari batu alam berusia lebih dari 200 tahun
10. Pertunjukan Sigalegale.   
Berupa patung kayu yang dapat menari (manortor) dengan jalinan tali yang dapat menggerakkan anggota tubuhnya. Menurut sejarah beberapa abad lalu, anak satu-satunya Raja Rahat yang memerinyah di Uluan jatuh sakit. Segala cara telah dicoba, tetapi anaknya tidak tertolong. Raja memerintahkan pemahat dan pengukir yang dipanggil dari segala penjuru untuk membuat patung kayu sebagai perwujudan anaknya yang disebut Sigale-gale. Untuk menyempurnakan, patung tersebut dibuat seperti terlihat hidup dengan bias menari.
11 Tuk-Tuk Siadong.                                                                                                       
Kawasan berbentuk peninsula merupakan pusat kegiatan wisata di Samosir. Terdapat banyak hotel dan restoran.  

Comments (2)

On 26 Juni 2018 pukul 06.10 , Unknown mengatakan...

Knapa hnya makam raja Sidabutar sja yg sering di publikasikan, smentra macam makam si raja sonang tak prnah dan kurang di publikspubli, smua kita tahu bhwa si raja sonang itu mempunyai anak yg slah seorang nya adalah samosir sesuai dgan nama pulau nya yaitu pulau Samosir,

 
On 26 Juni 2018 pukul 06.14 , Unknown mengatakan...

Knapa pulau yg ada di danau Toba itu dinamakan pulau Samosir, kenapa tdak di buat nama nya dgan nama marga marga yg lain yg ada di tanah Batak itu ?